Senin, 13 Agustus 2012

Teardrops on my guitar

Akhirnya gue memilih untuk tidak menyimpan cerita ini sendirian.
Setelah tiga tahun gue selalu tutup mulut dari mereka dan dunia. Rasanya sekarang saat yang tepat untuk bicara.
YA, GUE MASIH SAYANG ELO.
Bodoh rasanya mengakui ini, tapi okelah, buang sejenak gengsi itu.
Sekarang, setiap kali gue inget atau kangen elo, gue akan bilang.
Gak bilang ke elo langsung pastinya.
Cukup bercerita panjang lebar di sini.
Gue gak ngarep lo bakal baca juga nantinya, karena capek sih ya ngarep sama elo itu.
Gue juga gak ngarep lo baca, soalnya kapan sih lo bersedia meluangkan waktu untuk baca.
Yaaah, everybody knew lah, what you really like.

You should to know, you're the teardrops on my guitar man.
That's why, this post just had a title "Teardrops on my guitar."
Elo buat hidup gue sekarang lebih mellow dan dramatic, tau?
Meski bukan karena lo gue belajar main gitar.
Tapi kebanyakan lagu yang gue nyanyiin adalah jeritan hati buat lo.
HA HA!!!
Betapa lucunya diri saya ini.
Gak banyak memang cerita antara lo sama gue.
But, that isn't mean you aren't important.
Terkadang hal kecil di masa lalu justru menjadi penghalang besar untuk mendapatkan kebahagiaan dimasa sekarang dan yang akan datang.
That's made me frustated!

Ada banyak kejanggalan sebenarnya.
Jujur, mungkin kata sayang itu terdengar sedikit aneh buat gue.
Masa iya sih, seseorang bisa sayang sama orang yang gak pernah perduli sama dia?
Masa iya sih, seseorang bisa sayang setelah ditinggal lama tanpa kabar seperti bang toyib?
Emang bisa?
Aneh ya???
Sayang? Ah, masa iya?
Jangan-jangan gue cuma kejebak sama cerita lama aja.
Jangan-jangan selama ini tuh dasar gue yang bodoh karena masih bertahan.
Dan jangan-jangan kata sayang itu cuma alibi gue aja untuk tetep terlihat anggun di sini waktu nunggu lo padahal sebenernya gue bodoh.
Banyak banget kata jangan-jangan....
Apa gak lebih baik kata jangan-jangan itu berubah jadi kalimat semacam ini:
"Jangan, jangan lagi lo jadi orang bodoh karena dia, Nofita!"
Mungkin itu lebih baik.
Dan, yaaah....
Ini belum seberapa.
Masih ada banyak uneg-uneg gue tentang ELO yang belum terungkap.
-to be continued

Minggu, 12 Agustus 2012

Sparkling Taylor #7

HAI!!! Long time without blogwalking activity.
For some reasons I need to stop open this site and now I'M JUST BACK.
I'm already made this story.
Hope you all enjoy it!
SELAMAT MEMBACA ^^

CHAPTER 7

Aku berjalan lambat-lambat sambil menggenggam erat buku bersampul perak dengan angka 13 pada sampulnya itu. Dengan hati-hati aku mengawasi setiap mata anak-anak lain, siapa tahu ada yang sedang memerhatikanku atau ingin melemparkan telur busuk ke arahku. Dalam duniaku yang kacau ini hal-hal semacam itu adalah mungkin. Jadi aku tidak ingin mengambil resiko. Aku melihat kerumunan anak-anak yang berbeda di ujung sana, mereka tampak trendy dengan baju-baju model masa kini dan juga tampak sangat menggiurkan dengan rupa rupawan.
Salah satu dari mereka di sana adalah Joe. Ia tampak santai duduk bersama kakak kandungnya, Kevin, sementara Nick tidak terlihat. Aku tidak begitu memperhatikan bagian yang aku belakangi jadi aku tidak tahu ketika ada seseorang yang menarikku dengan gerakan cepat. Aku nyaris menjerit tapi ketika aku hendak membuka mulut orang itu buru-buru membalikkan tubuhku.
“Abby?” ucapku terkejut.
“Ada seseorang yang ingin bertemu denganmu.”
“Siapa?”
“Sini, ikuti aku.” Interupsinya.
Aku bertemu dengan seorang laki-laki tampan dengan wajah polos yang menawan. Aku mengenalnya dengan nama Nick, si bungsu dari trio Jonas bersaudara. Aku tidak pernah bertemu secara langsung dengannya tapi kali ini ia yang meminta untuk bertemu denganku. Aku sedikit deg-degan.
“Hai, aku Nick.” Sapanya ramah. “Aku meminta bantuan temanmu untuk membawamu ke sini, maaf.” Lanjutnya lagi.
“Tidak apa-apa.” Ucapku dengan nada kacau. “Ada apa mencariku?”
“Kau pacar kakakku, kan?” tanyanya dengan sumringah. “Kemarin dia baru saja memaksaku mati-matian untuk membuatkan lagu cinta yang indah. Aku tanya untuk siapa, dia bilang untuk seorang gadis tapi dia tidak menyebutkan nama bahkan inisial. Jadi aku mencari tahu....”
“Dan kau menemukanku.” Potongku. “Jadi...?”
“Maksudku, jangan terlalu terpesona dengan Joe. Dia gampang berubah pikiran, dan dia tidak pernah benar-benar bekerja keras. Memintaku membuatkan lagu romantis untuk pacarnya sendiri bukanlah hal yang baik, ku rasa. Tapi by the way, lupakan saja. Aku tahu kalian saling menyayangi. Tetaplah bersama.”
“Sungguh aku tidak mengerti dengan jalan pikirannya.” Bisikku dalam hati. “Tadi dia memintaku untuk tidak mempercayai Joe sepenuhnya, sekarang dia memuji hubungan kami dan kakaknya sendiri. Aneh.” aku tersenyum kaku. “Baiklah.” Jawabku akhirnya. “Terima kasih.” Aku menambahi lagi. Dan aku ingat aku belum memperkenalkan diri.
“Oh iya, aku Taylor.”
"Aku tahu."
= = =
“Apa kau melihat mata Joe yang berbinar itu tadi?” tanyaku antusias. “Dia senang karena aku masih menyimpan sekecil apa pun kenangan diantara kami berdua dulu.”
Aku baru saja menunjukkan sebagian kecil sisa-sisa kenangan diantara kami dulu yang aku abadikan dalam buku diary-ku. Hanya sebagian karena lebih banyak halaman yang menjadi milikku sendiri dan tidak dapat dipublikasikan bahkan pada Joe. Tapi tampaknya Joe puas melihatnya tadi.
“Aku berpikir tentang matanya yang indah dan menawan tadi... berbinar bagaikan bintang paling terang di langit malam yang cerah. Aku sedang berpikir untuk menjadikan itu sebagai inspirasi untuk sebuah lagu.”
“Ayolah, Taylor! Bisakah kau buatkan satu lagu tentangku? Lagu-lagumu terus tentang Joe dan itu membuatku mual. Kau terlalu berlebihan. Bahkan dia meminta bantuan adiknya untuk membuatkan lagu untukmu.”
“Setidaknya dia berani menyumbangkan suaranya untukku. Hanya untukku. Kau yang bilang cinta itu buta, kan?” godaku sambil tertawa bahagia.


You're here
Your eyes are looking into mine
So baby make me fly
My heart has never felt this way before
I'm looking through your
I'm looking through your eyes
Hm.... setelah gue lihat-lihat, gue ini lebih mirip korban KDRT ya dibanding korban kecelakaan.
Badan gue biru-biru gitu, lebam dimana-mana.
Padahal kemarin gak ada lah.
Kemarin cuma kerasa sakit doang, eh taunya tadi pas mandi gue lihat badan gue mengerikan.
Inget Bella pas lagi hamil Renesmee gitu gue tiba-tiba.
Tapi alhamdulillah badan gue masih subur, gak macam Bella gitu yang berbalut kulit doang tulangnya.

Keadaan mulai membaik ya,
Bapak sama Ibu udah bisa diajak ngomong.
Yaah walau pun gue lebih banyak kayak orang begonya karena sering dicuekin.
Ya, tapi gapapa lah.
Sukur-sukur mereka mau ngeladenin gue ngomong.
Tadi itu agak mendapat angin segar lah yaaa...
Gara-gara cerpen yang gue kirim kemarin dimuat di koran, bapak sama ibu jadi agak gimnaaaa gitu haha :D
Alhamdulillah deh.

Ichal juga dateng tepat banget pada waktunya.
Yaaa jadi agak mencair lah ketegangan di rumah gara-gara Ichal tadi pulang ke sini.
Tapi entah kenapa ya, walau motor udah ancur badan udah remuk, sampe dimarahin begini sama orang serumah, gue gak ada takutnya mau bawa motor lagi.
Rasanya ngebut sekali lagi masih sanggup.
Tapi sekarang alangkah baiknya menjadi lebih bijak lah.
Kalo gue sih gak apa-apa, tapi bapak sama ibu itu lho masalahnya.
Mereka diem tuh lebih parah dari pada mereka meledak.
Nah, sekarang gue harus bertanggung jawab.
"Apa yang gue lakuin harus gue tanggung akibat dan resikonya."
Karena gue udah ngancurin itu motor berarti sekarang gue harus ganti uang jasa benerin ke daelernya.
Ya elah, padahal kan uang buat ********* (disensor)

Ya sudah, keep positive thingking.
Dibalik setiap kejadian pasti ada rencana yang baik dari Tuhan.

#DERAMA 5

KUKURUYUK!!!
Ayam udah bunyi tuh, Nof.
Waktunya tidur....
Tapi gimana lo mau tidur ya? Lo kan dari tadi emang masih bangun -_-

Sekarang cuma blog ini temen gue ngomong.
Cuma koneksi internet yang super lambat-lebih dari siput, ini yang menemani.
Bersyukur, gak mati gaya meratapi kesedihan dengan berlinang air mata.
Setidaknya ngisi blog adalah hal yang berguna.
Bukan untuk merefleksikan penyesalan dan kesedihan.
Kasihan nanti yang baca pada muak denger galauan gue :D

Rasanya gue seharian ini hidup udah kayak zombie.
Puasa dari segala hal yang berbau dunia nofita.
Puasa ngomong, puasa ketawa, puasa nonton tv.
Biasanya hari sabtu karena gak ada dra-korea yang bisa di tonton gue ngelayap.
Tapi karena kejadian itu, gue lebih memilih mengurung diri di kamar.
Untung ya, kakak gue dateng bagai malaikat penyelamat kehidupan.
Dengan cool-nya dia ngasih pinjem modem.
Mungkin dia tahu ini akan sangat berguna buat gue sekarang.
Thanks Ki :*


Rasanya mau nangis seharian tapi mikir dua kali. Nangis satu jam aja capek, apa lagi seharian? Apa lagi gue puasa, ya Allah yang ada puasa gue sia-sia.
Mau melakukan sesuatu yang bisa memperbaiki keadaan. Apa?
Kalo bisa sih gue butuh siraman rohani. (Pak Mario Teguh mana nih?)
Atau mungkin siraman jasmani. (Guyur diri sendiri pake air seember)
HUH!
Gue coba untuk positive thinking. Gue coba untuk bangkit.
Tapi setiap ngelihat wajah mereka masih begitu kecewanya, gue rasanya lebih baik menghilang.
Andai gue Harmione Granger, gue pake tuh entah mantra apa untuk menghapus ingatan mereka.
Sayang gue vampir, bukan penyihir. (HA HA HA)

Vampir bisa apa?
Selain cantik, gue bisa lari cepet kayak cheetah.
Dan vampir punya banyak waktu... buanyak sekali.
Mungkin waktu yang banyak itu bisa gue isi dengan pembuktian dari rasa sesal gue.
Ya Allah, tolong berikan jalannya.
Semoga bisa lebih baik di kemudian hari.

""Akan tiba saat yang tepat untuk bahagia. Kalau sudah waktunya nanti, semua kesalahan ini akan terasa berharga mahal karena akan berakhir pada satu kata, BAHAGIA."
 Nofita Chandra cemungudcemungud

Sabtu, 11 Agustus 2012

#DERAMA 4

I really did a big mistake!
How stupid I am?
Next months I'll go to new town and leave them.
But I just made a mistake and now they're dissapointed.
I don't what to do, how to fix it....
It's should be longer like the past.
I really need to speak up, to tell them about my regretly.
I was said sorry in much time.
But that isn't work well now.

What should I do?
I want to leave them with a peaceful feel.
I just did a big mistake.
But I can't fix it, not yet....
SORRY!!!

Jumat, 10 Agustus 2012

#DERAMA 3

IT'S ALL MY FAULT!
I KNOW!!!
Tapi tolong jangan begitu....
Nofi gak bisa ngelihatnya....

Nofi ngaku salah, tapi tolong jangan begini.
Hukum Nofi, apa pun hukumannya Nofi terima.
Tapi tolong jangan begitu.
Tolong maafin Nofi.
Nofi masih butuh, masih sayang....
MAAF....

Please forgive me.
Dear my Dad, I know I did much mistakes.
All of stupid things I did.
I know that's not right.
But please, don't be like that.
Just let me to say sorry and forgive me.
I never imagine to live without you.
But live in a same world with you but without your respect is the worst.
I'll do everything to make you forgive me.
Just forgive me.
Be my dad as always, a best father ever.
Just forgive me...
Please... forgive me.