Sabtu, 13 Oktober 2012

Crazy Little Thing Called Love

Thank you for didn't here with me this time. That's finally make me cry again.

Malem ini adalah entah yang keberapa kalinya gue nonton Crazy Little Thing Called Love. Dan ini juga sudah menjadi entah yang keberapa kalinya gue nangis karena ini film. Film dengan cerita sederhana, dengan akhir yang bahagia ala dongeng tapi ngenaaaaa banget di hati.

Terkadang masih nanya juga, ini beneran based on true story? Ada gitu cewek setegar Nam? Serius penantiannya Nam selama 12 tahun itu terbayar dengan akhir bahagia? Memang bisa kisah nyata kehidupan manusia berakhir begitu? Rasanya itu sinetron concept banget gak sih? Entahlah -______-


Kalo nonton film ini kenapa gue jadi ngerasa nonton kisah yang nyaris sama sama kisah gue ya? Bedanya cuma terletak pada beberapa bagian gak penting.

1. Mr. Cuek gak setampan Shone.

2. Gue gak berubah jadi secantik, sepinter dan sepopuler Nam.

3. Akhir kisah Nam dan Shone bahagia dan kisah gue dengan Mr. Cuek berakhir gak jelas.


Kalo udah selesai nonton film ini, rasanya gue mau buat surat pengaduan sama Tuhan atau layanan Call Me kali yaa ke Tuhan. Gue mau bilang sama Tuhan, "gue bukan cewek setegar Nam, gue gak bisa bertahan untuk waktu selama itu untuk orang yang gak pasti dan tentu yang gak sebaik Shone *maaf* dan gue minta jika memang jodoh dekatkanlah dan jika memang bukan jodoh maka jauhkanlah." HAHA.

"Wanita adalah makhluk yang mulia, paling tegar dan istimewa. Tapi bukan berarti wanita diciptakan untuk selalu tegar menahan rasa sakitnya."

 

 



Mulai dari Nam yang masih buruk rupa, gadis buruk rupa yang mimpi bisa jadi tuan putri cantik untuk si pangeran tampan. Untungnya gadis buruk rupa ini punya tiga sahabat super yaaa, yang bantuin dan dukung dia terus? Meski sulit tapi semuanya terbayar.

Nam gak hanya berubah untuk Shone tapi secara gak langsung berubah buat diri dia sendiri. Dan Nam jadi lebih cantik, lebih pinter dan populer dan semua itu hanya bonus karena hadiah utamanya tetep aja adalah ngedapetin Shone.

 

Film ini lengkap, komplit, sempurna. Ada nilai persahabatan, keluarga, sampai ke cinta. Ceritanya mudah dipahami karena memang dekat dengan kehidupan nyata kita. Tapi rasanya angka 12 tahun itu tetep jadi bagian fantastis dari film ini buat gue.

Terima kasih untuk sutradaranya, terima kasih untuk semua sutradara yang bisa ngasih tontonan bagus seperti film ini contohnya :')



Tidak ada komentar:

Posting Komentar