Jumat, 02 Oktober 2015

Love Notes



“We’ve been here through all ups and downs, but we are still nothing.


We don’t need to be a couple, as long as we are happy when we’re together.


Then... we just need to be together.”

nofitachandra



Hidup membawa langkah kita ke suatu tempat, mempertemukan kita dengan seseorang, mengenalkan kita pada sebuah perasaan. Ada yang berlanjut menjadi sebuah hubungan, ada yang bertahan hanya sampai tahap perasaan. Banyak yang mempermasalahkan tentang hubungan, mempertanyakan apa dan bagaimana tanpa pernah perduli dengan apa yang masing-masing dari mereka rasakan. Padahal, apa yang penting dari jarak antara seseorang dengan yang lainnya adalah perasaannya. Apa kebersamaan itu memberikan perasaan bahagia? Atau malah lebih banyak kecewa?

 

Tapi orang-orang menjadi makin pandai menyembunyikan luka dibalik senyuman. Tampil lebih tegar dalam sebuah hubungan yang rusak, yang hanya memberikan rasa sakit untuk sebelah atau mungkin kedua belah pihak.

 

Kita sempat sama-sama menghilang, seolah lelah dengan keadaan yang tak kunjung membaik. Tapi kita selalu menemukan jalan untuk kembali pulang. Bukan kembali ke dalam lingkaran hubungan yang membosankan, tapi pada perangkap perasaan yang membahagiakan. Tidak ada yang lebih indah daripada menghabiskan waktu untuk tertawa bersama tanpa beban. Tidak ada yang lebih manis daripada kebersamaan tanpa ada syarat dan ikatan.

 

Bebas. Sebebas untuk pergi dan kembali, seringan untuk terluka dan tertawa.

 

Tapi kita memilih untuk bertahan dalam keadaan yang demikian. Menikmati detik ketika salah satu menghilang, juga mensyukuri setiap kesempatan ketika keduanya sama-sama kembali. Mungkin ini apa yang dikatakan sebagai pertemuan untuk tidak disatukan. Tapi siapa yang mampu membantah kebahagiaan ini? Siapa yang berani berkata tidak untuk kebersamaan kita yang begitu manis?

 

Hanya terkadang, satu atau kedua belah pihak terjatuh dalam ego untuk lebih lama bertahan, lebih lama berpegangan, mengulur waktu untuk saling melepaskan. Meski dari pengulangan-pengulangan yang telah terlewatkan, kita sama-sama tahu bahwa nantinya kita akan kembali bertemu, tapi ego tetap saja ego. Rasa untuk lebih lama bersama, bayangan untuk tetap bisa tertawa lebih lama, perasan untuk terperangkap dalam kesempatan berdua lebih dari seharusnya.

 

Tapi satu dan yang lain harus mengerti, bahwa tertawa berlebihan akan menyesakkan, bertahan lebih lama akan menyakitkan. Akan lebih baik untuk datang dan menghilang, bersama dan berpisah. Dengan ketidakabadian yang demikian, kebersamaan ini akan lebih lama. Karena nyatanya yang paling pasti didunia ini adalah ketidakpastian, satu-satunya yang abadi didunia ini adalah ketidakabadian. Semoga demikian...

 

Love!

2 komentar: