Jumat, 27 Mei 2016

BANGKU KOSONG BERCERITA

Bangku kosong didepan sana mengejek dihadapan muka.
Menertawai kesendirian yang aku bawa dari rumah.
Mengolok-olok cangkir kopiku yang tak jua bertemu kembarannya.

Bangku kosong itu menertawaiku dengan suara lantang.
Menginjak-injak percaya diri yang sedang ku bangun pasca kembali menjadi seorang.

Bangku kosong itu menghantui pikiranku.
Mengusikku berkali-kali sepanjang petang hingga malam.
Menggodaku berulang-ulang seolah tampa lelah.

Bangku kosong didepanku..
Kosong begitu saja tanpamu yang biasa mendudukinya.
Kini aku tak lagi berkawan
Layaknya cangkir kopi diatas meja itu.
Menguap terbakar panas oleh air didalamnya.
Menunggu isinya disesap, habis dan kemudian tinggal noda.
Noda kopi dalam cangkir itu bisa hilang.
Tapi sisa-sisa kenangan bersamamu dalam benakku belum mampu ku hapuskan.

Bangku kosong didepan sana tak akan selamanya kosong.
Sama seperti cangkir kopi ini yang nanti akan menemukan teman.
Aku akan kembali berkawan.
Tak lagi sendirian.
Tak lagi memakan senja untuk menghilangkan bosan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar