Senin, 23 Mei 2016

Tak Berjudul



Aku ingin berada didekatmu lagi,

Berdiri disana, tepat disamping tubuhnya yang menyeruakkan harum khas lelaki.

Aku ingin berada didekatmu lagi,

Dihangatkan oleh tanganmu yang melingkar dengan santai pada pundakku.

 

Pagi setelah malam itu berlalu dan aku masih memikirkanmu.

Aku tahu dengan pasti bahwa aku telah jatuh.

Untuk pertama dan kesekian kali, aku jatuh dan mungkin tak tertolong lagi.

 

Ingin rasanya ku ceritakan perihal rasa yang kau bawa lewat santunnya perilakumu.

Juga desiran hangat yang ku rasa kala matamu menatap milikku.

Belum lagi ditambah senyum biasa yang menghiasi wajahmu.

Serta tawa yang seolah tak pernah habis kau bagi untuk telingaku.

Paduan semua tentangmu kala itu membuatku kian kalut dan gelisah.

Aku takut.. karena sudah sekian kali salah dan terendam basah.

 

Menyimpan cerita ini dari semesta adalah satu hal sulit lain yang kau tawarkan.

Hingga akhirnya aku harus berbohong dan berdamai dengan peran sebatas teman.

Ah, aku benci ini semua terjadi...

Tapi jujur padamu mengenai bagaimana hatiku yang jatuh tanpa dapat ku cegah adalah hal sulit lain yang tak dapat aku lakukan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar